Tentang Metode & Konsep
Penjelasan mendalam mengenai metode sistem pendukung keputusan dan konsep keberlanjutan yang digunakan dalam aplikasi ini.
-
publicTriple Bottom Line (TBL)
Konsep Triple Bottom Line
Triple Bottom Line (TBL) adalah kerangka kerja akuntansi dengan tiga bagian: sosial, lingkungan (ekologis), dan keuangan. Kerangka kerja ini diadopsi untuk mengevaluasi kinerja UMKM secara holistik.
1. Planet (Lingkungan)Mengacu pada praktik lingkungan berkelanjutan. UMKM dinilai berdasarkan dampak ekologisnya.
- Penggunaan Energi: Efisiensi listrik dan bahan bakar.
- Manajemen Limbah: Daur ulang, pengurangan sampah plastik.
- Bahan Baku: Penggunaan bahan ramah lingkungan atau terbarukan.
- Emisi Karbon: Upaya pengurangan jejak karbon operasional.
2. People (Sosial)Mengacu pada praktik sosial yang adil dan menguntungkan bagi tenaga kerja, komunitas, dan wilayah.
- Kesejahteraan Karyawan: Upah layak, jam kerja wajar, asuransi.
- Inklusivitas: Kesetaraan gender dan peluang bagi difabel.
- Dampak Komunitas: Kontribusi pada ekonomi lokal atau kegiatan sosial.
- Kesehatan & Keselamatan: Standar K3 di tempat kerja.
3. Profit (Ekonomi)Nilai ekonomi yang diciptakan oleh perusahaan setelah dikurangi biaya dari semua input, termasuk biaya modal.
- Profitabilitas: Margin keuntungan bersih.
- Pertumbuhan: Peningkatan omset atau aset tahunan.
- Efisiensi Biaya: Pengelolaan biaya operasional.
- Inovasi Ekonomi: Kemampuan beradaptasi pasar.
-
compare_arrowsBest Worst Method (BWM)
Proses Perhitungan BWM
BWM digunakan untuk menentukan Bobot Kriteria. Metode ini lebih efisien daripada AHP karena membutuhkan lebih sedikit perbandingan.
-
Penentuan Kriteria Terbaik (Best) dan Terburuk (Worst):
Pengambil keputusan memilih satu kriteria terbaik ($C_B$) dan satu kriteria terburuk ($C_W$).
-
Perbandingan Best-to-Others (BO):
Membandingkan kriteria terbaik terhadap kriteria lain menggunakan skala laporan 1-9. Dihasilkan vektor $A_B = (a_{B1}, a_{B2}, ..., a_{Bn})$.
-
Perbandingan Others-to-Worst (OW):
Membandingkan kriteria lain terhadap kriteria terburuk. Dihasilkan vektor $A_W = (a_{1W}, a_{2W}, ..., a_{nW})^T$.
-
Pencarian Bobot Optimal ($w_1^*, ..., w_n^*$):
Tujuannya adalah meminimalkan penyimpangan maksimum $\xi$. Model pemrograman liniernya adalah:
min $\xi$
s.t.
$| \frac{w_B}{w_j} - a_{Bj} | \leq \xi$, untuk semua $j$
$| \frac{w_j}{w_W} - a_{jW} | \leq \xi$, untuk semua $j$
$\sum_{j=1}^{n} w_j = 1$
$w_j \geq 0$, untuk semua $j$ -
Konsistensi Ratio (CR):
Dihitung menggunakan rumus $CR = \frac{\xi^*}{CI}$, di mana CI (Consistency Index) adalah nilai tetap berdasarkan skala penilaian (misal: untuk skala 9, CI = 5.23).
-
Penentuan Kriteria Terbaik (Best) dan Terburuk (Worst):
-
assessmentTOPSIS (Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution)
Langkah-Langkah Perhitungan TOPSIS
TOPSIS digunakan untuk meranking Alternatif (Tindakan/Strategi) berdasarkan jarak terdekat ke solusi ideal positif dan terjauh dari solusi ideal negatif.
Langkah Deskripsi Rumus 1. Matriks Keputusan ($X$) Membuat matriks nilai alternatif terhadap kriteria. $x_{ij}$ 2. Normalisasi Matriks ($R$) Menormalisasi nilai agar sebanding antar kriteria. $r_{ij} = \frac{x_{ij}}{\sqrt{\sum_{i=1}^{m} x_{ij}^2}}$ 3. Normalisasi Terbobot ($V$) Mengalikan matriks normalisasi dengan bobot kriteria ($w_j$) dari BWM. $v_{ij} = w_j \times r_{ij}$ 4. Solusi Ideal ($A^+, A^-$) Menentukan nilai terbaik (Max untuk benefit, Min untuk cost) dan terburuk. $A^+ = \{v_1^+, ..., v_n^+\}$
$A^- = \{v_1^-, ..., v_n^-\}$5. Jarak Solusi ($D^+, D^-$) Menghitung jarak Euclidean alternatif ke solusi ideal. $D_i^+ = \sqrt{\sum (v_{ij} - v_j^+)^2}$ 6. Nilai Preferensi ($V_i$) Nilai kedekatan relatif. Semakin tinggi semakin baik. $V_i = \frac{D_i^-}{D_i^- + D_i^+}$